Adsense

Sabtu, 31 Oktober 2009

Jatuhnya Asteroid di Bone VS Tunguska Event

Beberapa waktu yang lalu di wilayah Indonesia mengalami bencana gempa bumi, yang paling besar kemarin itu gempa di padang yang menelan korban jiwa. Tapi tahukah anda bahwa 8 Oktober beberapa waktu lalu di wilayah Bone tepatnya di lintang 4,5 LS, 120 BT sekitar pukul 11.00 WITA telah jatuh sebuah asteroid? Untungnya asteroid ini tidak jatuh tepat di atas pemukiman penduduk disana melainkan hancur di ketinggian 15 sampai 20 km diatas permukaan bumi. Menurut para ahli di NASA, asteroid yang jatuh ini berdiameter 10 meter dan mempunyai kekuatan ledakan 50 kiloton PNP atau sama dengan 3x bom atom di Hiroshima Nagasaki. Sebenarnya kejadian seperti ini sudah pernah terjadi seabad yang lalu, berikut artikel yang saya kutip dari http://www.harian-global.com mengenai kejadian seabad yang lalu.

Lebih dari seabad lalu yaitu sekitar tahun 1908 di sungai Tunguska, Siberia Tengah, Rusia terjadi ledakan serupa tapi dengan kekuatan yang lebih dahsyat, akibat dari kerusakannya saja pada abad itu hampir sebesar jawa tengah. Ledakan ini baru diselidiki 10 tahun setelahnya, beberapa ilmuwan mulai mengekspedisi kawasan tersebut, dan menyatakan bahwa besar kemungkinan ini hasil tubrukan komet di permukaan bumi. Di sekitar lokasi kejadian banyak ditemukan butiran - butiran intan halus yang semakin memperkuat pendapat mereka. Diperkirakan komet yang jatuh pada waktu itu berukuran 100 m atau 10 kali asteroid yang jatuh di Bone kemarin, dengan berat sejuta won dan bergerak dengan kecepatan 30 km/detik (108.000 km/jam). Diduga pecahan itu berasal dari komet Encke. Menurut perhitungan orbitnya, Bumi setiap tahun melintasi orbit komet Encke dua kali: sekitar 2 Juli dan sekitar 1 November. Pada saat perjumpaan sekitar 2 Juli, lintasan komet Encke berada di selatan Bumi dan komet datang dari arah Matahari. Itulah yang menyebabkan pecahan komet yang jatuh di Tunguska nampak berasal dari arah tenggara karena pengaruh rotasi Bumi dan tumbukan terjadi bukan pada malam hari.

Komet Encke pertama kali ditemukan oleh Jean Louis Pons di Merseille 26 November 1918. Johann Franz Encke, astronom Jerman menghitung periode orbit komet tersebut dan mendapatkan periodenya 3,3 tahun, periode komet terpendek. Berdasarkan perhitungan tersebut, J. F. Encke memprakirakan dengan tepat kemunculan komet tersebut 1822, 1825, dam seterusnya. Keberhasilan itu yang menjadikan namanya diabadikan sebagai nama komet tersebut. Hasil perhitungan yang lebih teliti dari berbagai penampakan disimpulkan bahwa periode komet semakin singkat sekitar 2,5 jam setiap kali mendekati Matahari.

Walaupun belum ada informasi pasti tentang pecahnya komet ini menjelang peristiwa Tunguska 1908, namun berdasarkan analisis orbitnya diduga kuat pecahan komet yang menyebabkan ledakan Tunguska memang berasal dari komet Encke. Komet Encke sendiri sampai sekarang masih mengorbit. Komet itu terakhir kali teramati pada 1994.

Apakah kejadian di Bone kemarin merupakan salah satu akibat dari komet Encke? Sampai sekarang tidak ada penjelasan tentang kejadian ini, yang terjadi akhir - akhir ini adalah media massa mengkaitkan kejadian ini dengan akhir dunia atau kiamat atau DOOMSDAY! Tidak ada yang tau kepastian kapan terjadi kiamat atau jatuhnya komet lain, yang bisa kita lakukan adalah jagalah bumi ini jangan sampai mengamuk bumi kita tercinta ini. Sekian!!!

Source : http://www.harian-global.com, wikipedia